Tampilkan postingan dengan label kader. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kader. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Agustus 2016

Kepingan Takdir Sang IMMawati

IMMawati, pernakah engkau menanyakan realitas yang terjadi sesungguhnya didunia?
Sebab masalahnya, terkadang manusia hanya memikirkan eksistensi keberadaan dirinya hanya sebatas secara materi, hingga terkadang melalaikan substansi atas kehidupan dirinya. Apa substansi yang dimaksud itu? Substansi tersebut adalah hakikat murni alasan penciptaan manusia, yakni untuk  beribadah kepada illah, tuhannya (QS: Adh-Dhariyat : 56). Kita lebih cenderung melihat hanya dari sisi materinya saja, yakni kita diciptakan sebagai khalifah (bukan pemimpin tapi “pengganti”). Aku ingin membahas tentang sisi materi diantara pemberian materi-Nya kepada kita, Sang Pencipta telah memberikan kita batasan dan kebebasan dalam menjalankan kehidupan. Yang artinya kita tidak bisa membatasi diri kita selamanya dan berlaku bebas sesukanya.

Kader yang Memilih Terasing

Tiga tahun sudah saat ini “usia” penulis dalam IMM, selama tiga tahun tersebut telah memberi pelajaran yang teramat berharga, pelajaran yang bukan hanya fokus pada nilai secara nominal tetapi secara kamanusiaan. Beragam pengetahuan yang penulis dapat dari teman–teman di IMM, banyak budaya yang kemudian tergabung menjadi satu dalam ikatan di IMM Bangkalan ini, meskipun kami minoritas tapi kami kaya akan keberagaman. “Minoritas”, kata itulah yang sering terdengar ditelinga kader dan menjadi bahan perbincangan hangat setiap kali diskusi. Mungkin kata itu memang tepat untuk menggambarkan keadaan IMM di Bangkalan, dibandingkan dengan organisasi lain (di Bangkalan), IMM “kalah” jauh, tertinggal sangat dan teramat jauh. 

Kader dan Perkaderan Ikatan

Manusia dan Kader Ikatan
Hakikat penciptaan manusia sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat Adh-Dhariyat ayat 56 yang berbunyi “dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”, sejatinya menerangkan bahwa apa-apa saja yang diciptakan Allah SWT di muka bumi adalah dalam rangka beribadah, mengabdi pada Allah SWT. Bahkan seisi dunia,

Menerawang Kilas Perjalanan Ikatan

IMM Bangkalan kini telah memasuki usia ke-8tahunnya sejak berdiri (24 April lalu). Ikatan ini jika dianalogikan dengan seorang anakyang seusianya, pastinya anak itu telah mengenyam pendidikan awalnya di bangku sekolah dasar (SD). Masih tak berbalut dosa, gembira jika berangkat ke sekolah, dengan tas ransel yang “tertenteng” dipundaknya. Berkalung buku tabungan dengan beberapa lembar rupiah disakunya. Sekolah menjadi tempat kedua setelah rumahnya sendiri. Bertemu dengan banyak teman sebaya. Sungguh sangat menyenangkan bukan.

Senin, 14 Maret 2016

Mengurai New Sketsa Gerakan Kader IMM

”Perubahan Tidak Hanya Segudang Konsepsi Dan Retorika Belaka Tetapi Bagaimana Kita Mulai Bergerak Untuk Merubah”.

Sebuah naratif besar pemikiran bahwa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) lahir atas dasar tujuan dan cita-cita besar serta mulia yaitu ”Mengusahakan Terbentuknya Akademisi Muslim Yang Berakhlak Mulia Dalam Rangka Mencapai Tujuan Muhammadiyah”. Sebuah pernyataan visi yang besar untuk menciptakan sebuah sinergitas tradisi keagamaan dan keilmuan dikalangan akademisi. Untuk itu perlunya transformasi Visi ke dalam gagasan atau ide pemikiran menjadi sebuah manifestasi gerakan Humanitas kader IMM. Kondisi yang menuntut kerja Ekstra dan memerlukan pergumulan pemikiran terus menerus dalam upayanya keluar dari kejumudan pemikiran teoritis dan tekstual.